Foto : Lokasi Gudang yang diduga digunakan untuk “transit” BBM Solar Ilegal.
MEDAN – Gudang di Jalan P.Danau Siombak Lingkungan VI, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan kembali dikeluhkan warga karena warga sering melihat ke dalam gudang tersebut hilir mudik mobil tangki diduga menjadi lokasi sementara penampungan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.
Keresahan warga bukan tanpa alasan dengan sering terlihat mobil truk CPO masuk ke dalam gudang tersebut, kemudian berselang beberapa jam ada beberapa mobil truk tangki tulisan pertamina dan Truk Tangki Biru Putih masuk ke dalam.
Warga sekitar mengungkapkan bahwa aktivitas serupa pernah terjadi di gudang tersebut dan sempat terhenti saat aksi penghadangan oleh masyarakat pada 9 Juli 2025 lalu, yang memicu ketegangan antara warga dan pihak pengelola Gudang.
“Waktu itu sempat berhenti kegiatan serupa tapi beberapa bulan terakhir ini aktivitas yang sama kembali muncul lagi. Truk tangki kembali masuk keluar dari dan ke gudang tersebut,”ujar warga yang namanya dirahasiakan. Rabu (29/4/2026)
Dengan modus gudang parkiran, Para mafia BBM diduga gunakan gudang ini untuk transit menyedot BBM dari Truk Tangki CPO ke truk tangki transporter Biru Putih.
“Sudah berapa kali kami lihat mobil tangki CPO masuk ke gudang itu dan tidak berapa lama kemudian masuk tangki biru putih, dugaan kami lagi nyedot dari tangki ke tangki,”ujar warga yang namanya dirahasiakan,Rabu (29/4/2026).
Warga menyebut aktivitas di gudang tersebut telah berlangsung kurang lebih dua bulan terakhir dengan mobil tangki yang keluar masuk hampir setiap hari.
“Sudah dua bulan ini bang, hampir tiap malam mobil tangki keluar masuk. Tadi malam saja ada sekitar lima mobil tangki masuk ke dalam gudang,” ujar seorang warga.
Kenderaan Truk Tangki CPO dan juga Truk tangki biru putih yang sering melintas setiap malam hari di Jalan Pasar Nippon yang berada di kawasan permukiman padat penduduk membuat warga sekitar semakin curiga.
Mungkin ini polisi belum tahu lokasi nya bang, semoga polisi segera periksa Gudang tersebut, “ujar warga setempat.
Saat wartawan mencoba konfirmasi ke gudang tersebut tidak ada yang mau membukakan Gerbang gudang tersebut.
(renol/red)







