Dugaan Gudang Pupuk Ilegal di Belakang Mesjid Al Hidayah Pasar VI Gg Prajurit Desa Helvetia Keruk Untung Miliaran Per Bulan dan Beroperasi Setiap Hari

  • Whatsapp

Foto : Dugaan Lokasi Gudang Produksi Pupuk Ilegal.

 

 

Deli Serdang — Warga di sekitar Jalan Veteran Pasar 6, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, kini tengah resah.

Pasalnya, sebuah gudang di wilayah mereka diduga kuat menjadi pusat produksi pupuk ilegal berskala besar yang beroperasi secara terorganisir.

Bukan main-main, sindikat di balik gudang misterius ini diperkirakan mampu memproduksi ribuan ton pupuk ilegal setiap harinya. Akibat praktik culas ini, kerugian yang ditimbulkan bagi masyarakat dan negara ditaksir mencapai miliaran rupiah setiap bulannya.

Kecurigaan warga bermula dari tingginya mobilitas di sekitar gudang tersebut. Truk-truk besar tampak lalu-lalang keluar-masuk membawa muatan setiap hari, bahkan hingga malam, tanpa adanya papan nama atau keterangan resmi kegiatan usaha di bagian depan bangunan.

Di tengah kesulitan para petani yang sering mengeluhkan kelangkaan pupuk berkualitas dengan harga wajar, keberadaan pabrik gelap ini justru memanfaatkan situasi demi meraup keuntungan pribadi yang fantastis.

“Kami resah karena aktivitasnya sangat tertutup tapi produksinya masif. Takutnya ini berdampak buruk, apalagi kalau pupuknya beredar ke petani,” ungkap salah satu warga sekitar.Selasa (27/10/2026)

Pupuk abal-abal atau ilegal tentu tidak memiliki standar mutu yang jelas. Alih-alih menyuburkan tanaman, penggunaan pupuk ini justru berisiko merusak unsur hara tanah dan membuat hasil panen petani gagal total.

Dengan volume produksi yang mencapai ribuan ton per hari, negara dirugikan hingga miliaran rupiah setiap bulannya—baik dari sektor perpajakan maupun dari rusaknya tata niaga pupuk resmi yang disubsidi pemerintah.

Melihat skala operasional yang begitu besar dan terorganisir rapi, dipastikan ada jaringan kuat di balik berdirinya gudang pupuk ilegal ini—mulai dari penyediaan bahan baku hingga jalur distribusinya.

Masyarakat kini mendesak pihak berwenang dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam. Warga berharap aktivitas ilegal ini bisa segera dihentikan dan para pelaku di baliknya diseret ke jalur hukum sebelum makin banyak petani yang dirugikan.

(rafa/tim)

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *