Siapa yang Lebih Utama Dikunjungi saat Lebaran?

  • Whatsapp

Foto : Ilustrasi.

 

MEDAN – Terdapat urutan silaturahmi saat lebaran, sebagaimana tercantum dalam kitab Shahih Muslim wa Ikmalu Imalil Mu’alim wa Maukammilu Ikmalil Al-Ikmal.

Berdasarkan urutan itu, orang tua (ibu dan ayah) atau mertua harus didahulukan dikunjungi saat lebaran sebagai wujud bakti.

Apabila salah satunya sedang sakit, dianjurkan untuk mengutamakan yang kondisinya membutuhkan perhatian lebih.

Adapun urutan silaturahmi saat lebaran yang disunahkan adalah sebagai berikut:

1.Ibu

2.Ayah

3.Anak

4.Kakek

5.Nenek

6.Saudara

Kerabat yang masih mahram, seperti bibi dan paman, baik dari  jalur saudara ayah maupun ibu

Kerabat dari jalur mertua

Kerabat karena kemerdekaan budak

Tetangga

Setelah bersilaturahmi kepada keluarga yang masih hidup, dilanjutkan dengan mengunjungi keluarga yang sudah meninggal atau berziarah.

Pahami Adab Bertamu saat Lebaran

Berikut ini adalah adab bertamu saat lebaran yang harus diketahui umat Islam:

1. Niat Silaturahmi

Segala sesuatu tergantung pada niat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, sebelum bertamu saat lebaran, harus diniatkan dalam hati dengan tulus untuk menjaga tali silaturahmi.

2. Waktu yang Tepat

Saat bertamu ke rumah orang lain, wajib untuk memilih waktu yang tepat agar tidak mengganggu si tuan rumah.

Disarankan juga untuk tidak bertamu pada waktu-waktu nanggung seperti waktu salat, waktu istirahat, dan lain-lain kecuali atas seizin yang punya rumah.

Oleh karena itu, penting untuk meminta izin terlebih dahulu kepada tuan rumah dan meminta saran kapan sebaiknya waktu kunjungan.

3. Tidak Terburu-buru

Saat bersilaturahmi, kita disarankan untuk tidak terburu-buru, tetapi juga tidak terlalu lama agar tak merepotkan tuan rumah.

Jika harus menginap, dianjurkan tidak lebih dari tiga hari, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini:

“Hak menjamu tamu itu hanya tiga hari. Lebih dari itu adalah sedekah. Maka (setelah itu) hendaknya tamu pergi, sehingga tidak memberatkan tuan rumah.” (HR Ahmad).

4. Tidak Pilih-Pilih

Dalam bersilaturahmi kita dilarang untuk bersikap diskriminatif alias pilih-pilih orang yang akan dikunjungi.

5. Bukan Mencari Makanan Gratis

Bertamu harus diniatkan untuk mempererat persaudaraan, bukan mencari hidangan gratis. Namun, jika diberi jamuan, hendaknya diterima dan tidak boleh mencela hidangannya.

Hal itu seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis berikut:

“Dari Abu Hurairah, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mencela makanan sekali pun. Bila beliau berselera, maka beliau memakannya dan bila tidak suka, maka beliau meninggalkannya.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah)

6. Sopan Santun

Sangat dianjurkan dan merupakan suatu keharusan untuk menjaga sopan santun ketika bersilaturahmi.

Sopan santun yang dimaksud termasuk mengucap salam, menyalami  orang yang hadir, duduk di tempat yang disiapkan tuan rumah, hingga menjaga sikap dan lisan.

Dalam surah An-Nur ayat 27, Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa tadkhuloo buyootan ghaira buyootikum hatta tastaanisoo wa tusallimoo ‘allaa ahlihaa; zaalikum khairul lakum la’allakum tazakkaroon

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu (selalu) ingat.”

7. Membahagiakan Tuan Rumah

Adab bersilaturahmi lainnya adalah membahagiakan tuan rumah. Hal ini bisa dilakukan dengan bertutur kata baik, tidak menuntut, serta tidak mengamati isi rumah.

8. Menghindari Fitnah

Jangan sampai bersilaturahmi malah menimbulkan fitnah bagi tamu maupun pemilik rumah. Oleh karena itu, seorang laki-laki tidak bertamu ke rumah perempuan sendirian.

Begitu juga sebaliknya. Momen itu bisa dilakukan kecuali laki-laki maupun perempuan membawa kerabat atau keluarga yang lain.

9. Tidak Pamer Kekayaan

Saat bersilaturahmi, kita disarankan untuk berpenampilan sederhana dan seperlunya sebab bertamu bukan ajang pamer kekayaan.

Jika kita datang dengan penampilan berlebihan, dikhawatirkan membuat penghuni rumah tidak nyaman.

10. Membawa Bingkisan

Adab bertamu saat lebaran yang terakhir adalah membawa bingkisan. Hal ini termasuk sikap membahagiakan tuan rumah. Namun, perlu diingat bahwa membawa bingkisan bukan suatu kewajiban.

(rsd)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *