Mahasiswa Kaget TNI Ikut Jaga Demo: Fungsi Mereka Pertahanan, Bukan Keamanan

Foto : Massa mahasiswa yang hendak menuju Bundaran HI, diblokade aparat TNI AD dan kepolisian di sebelah selatan Menara BCA, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Jumat (12/8/2026).(ist) 

 

 

JAKARTA – Kehadiran pasukan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam unjuk rasa mahasiswa di sekitar Bundaran HI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat memicu sejumlah pertanyaan.

Massa merasa kaget saat mendapati ada banyak tentara yang ikut berjaga di titik aksi, Jumat (12/6/2026) sore.

Salah satu peserta aksi, Gifar (20), mengaku baru kali ini melihat adanya banyak personel TNI AD yang ikut berjaga.

“Selama ini saya ikut aksi, biasanya cuma polisi. Ini sampai di sini banyak banget, malah kayaknya banyakan tentara daripada polisinya, ngapain coba mereka?” kata Gifar di lokasi,Jumat (12/6/2026)

Menurut Gifar kehadiran personel militer dalam aksi unjuk rasa merupakan kejanggalan yang patut dipertanyakan.

Pasalnya, menurut dia, tak ada regulasi yang menjelaskan bahwa tugas pokok TNI adalah menjaga demonstrasi masyarakat sipil.

“Kalau kita lihat bahkan dari RUU TNI sendiri setahu saya tidak ada tupoksi mereka itu jagain demo. Mereka itu fungsinya pertahanan, bukan keamanan,” ucapnya.

“Kaget juga saya, biasanya kalaupun ada paling berapa sih, ini malah mereka yang dominan,” sambung dia.

Senada, Dugi (21) massa aksi lainnya, khawatir keberadaan tentara di titik aksi adalah bentuk intimidasi kepada masyarakat yang hendak menyampaikan pendapat.

“Saya melihatnya jadi seperti intimidasi. Kita mau ditakut-takutin bahwasannya hari ini tidak hanya polisi tetapi juga tentara turun langsung,” ujar Dugi.

Dugi juga sempat beranggapan bahwa keberadaan TNI disebabkan pemilihan titik aksi yang berada di objek vital Jakarta, yaitu Bundaran HI. Namun, ia tetap merasa tanggung jawab dan tugas pengamanan unjuk rasa adalah bagian dari pekerjaan polisi, bukan TNI AD.

“Saya tidak bilang bahwa polisi itu baik saat menjaga, karena bahkan kami tadi ditahan oleh polisi tidak boleh ke sini (Bundaran HI). Tapi adanya militer di sini juga menyalahi aturan dan tidak etis,” kata dia.

Ia pun menegaskan bahwa para pasukan militer Indonesia seharusnya befokus pada tugas-tugas pertahanan negara di tengah konflik global. Menurutnya, banyak hal-hal penting lain yang bisa dilakukan oleh para tentara dibanding mengurusi demonstrasi masyarakat sipil.

(red)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *