Foto : Dua kapal perang TNI AL, KRI Surik-645 dan KRI Parang-647
BATAM – Dua kapal perang TNI AL, KRI Surik-645 dan KRI Parang-647, merampungkan serangkaian latihan tempur intensif di perairan strategis Selat Singapura pada Senin (6/4). Manuver taktis ini merupakan bagian dari misi patroli terkoordinasi Indonesia-Singapura (Indosin-26).
Latihan setingkat L3 tersebut menjadi ajang pembuktian profesionalisme prajurit dalam menjaga wilayah perbatasan paling sibuk di dunia.
Uji Nyali di Medan Ranjau
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Armada (Koarmada) I Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, menjelaskan dalam simulasi ini, KRI Surik-645 yang merupakan Kapal Cepat Rudal (KCR) kelas Clurit dan KRI Parang-647 dari jenis KCR 40 meter mengasah kemampuan menghadapi ancaman bawah air yang mematikan. Salah satu materi krusialnya adalah latihan melintasi medan ranjau atau minefield transit.
“Latihan ini dilaksanakan untuk mengasah kemampuan unsur dalam melintasi medan ranjau secara aman dan terkoordinasi. Akurasi navigasi dan kerja sama tim menjadi kunci utama dalam skenario ini,” ujar Ary, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Jumat (10/4).
Tak hanya ranjau, prajurit juga melatih respons menghadapi ancaman permukaan melalui simulasi pelaporan situasi sergapan kapal atau ship raid reporting control ship. Latihan ini bertujuan mematangkan prosedur pelaporan saat situasi darurat terjadi secara tiba-tiba.
Kecepatan Komunikasi dan Manuver Taktis
Lebih lanjut, Ary memaparkan kelancaran operasi laut sangat bergantung pada pertukaran informasi. Oleh karena itu, kedua kapal menjalankan latihan komunikasi (501) untuk meningkatkan prosedur dan kecepatan pengiriman pesan.
“Kami juga memperdalam kemampuan manuver taktis dalam formasi (tactical maneuver), penggunaan isyarat bendera (flaghoist), hingga penguatan pemahaman publikasi taktis di laut lewat publication exrcise,” imbuhnya.
Seluruh rangkaian latihan diakhiri dengan sesi penghormatan farewell pass antarunsur yang terlibat. Ary menegaskan, kegiatan yang berjalan aman dan lancar ini diharapkan mampu mendongkrak kesiapsiagaan prajurit TNI AL dalam mendukung tugas operasi di wilayah perairan strategis.
Komitmen Kedaulatan di Jalur Internasional
Latihan terintegrasi ini juga melibatkan unsur pesawat patroli maritim P-8203. Sinergi laut dan udara ini penting untuk menjaga kedaulatan maritim Indonesia di tengah dinamika keamanan yang tinggi di Selat Singapura.
Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Laksamana Pertama Nurlan, menekankan fokus utama latihan adalah memastikan setiap unit tetap berada dalam performa tempur optimal melalui evaluasi pasca-latihan yang konsisten.
(alte)







