Foto : ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia segera menambah kekuatan armada TNI AL. (Foto: Dok. Italian Navy)
JAKARTA – TNI AL terus mematangkan rencana penambahan aset strategis untuk memperkuat armada tempur nasional.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali berharap kapal induk ringan Giuseppe Garibaldi asal Italia dapat bergabung dengan jajaran alutsista RI dalam waktu dekat.
Ali menyebut saat ini proses pengadaan kapal tersebut masih berjalan melalui jalur negosiasi antara TNI AL, Angkatan Laut Italia, pabrikan Fincantieri, dan Kementerian Pertahanan.
Ia menargetkan kapal ini bisa tiba di tanah air sebelum peringatan HUT ke-81 TNI.
“Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” ujar Ali usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta, Kamis (12/2).
Familiarisasi ke Kapal Induk Thailand
Menyusul target tersebut, delegasi TNI AL yang dipimpin Asisten Operasi (Asops) KSAL Laksamana Muda Yayan Sofiyan baru-baru ini mengunjungi kapal induk milik Angkatan Laut Thailand, HTMS Chakri Naruebet, di Pangkalan Sattahip.
Dalam kunjungan tersebut, para perwira TNI AL bertukar pikiran bersama pengawak kapal induk terkait tantangan, peluang, serta manfaat operasional kapal jenis tersebut.
“Agenda tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada TNI AL sebagai mitra strategis kerja sama di kawasan Asean.
Di sisi lain, Angkatan Laut Thailand juga sangat bangga dengan Indonesia yang sudah mampu membangun kapal perang secara mandiri,” ungkap Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul.
Bukan untuk Invasi
Sebelumnya, Ali pernah menegaskan kehadiran kapal induk bagi Indonesia nantinya bukan bertujuan untuk invasi. TNI AL memproyeksikan kapal induk sebagai instrumen diplomasi dan kekuatan soft power.
Dalam visi yang ia sampaikan beberapa waktu lalu, kapal sepanjang 180 meter ini akan mendukung misi kemanusiaan dan distribusi logistik ke wilayah terpencil pada masa damai.
Langkah ini menjadi bagian dari arah pembangunan kekuatan TNI AL yang fokus memperkuat posisi sebagai green water navy sebelum bertransformasi menuju blue water navy.
Sebagai informasi, ITS Giuseppe Garibaldi yang memiliki bobot 13 ribu ton ini juga memiliki potensi modifikasi menjadi kapal induk untuk wahana udara nirawak (drone), mengikuti tren teknologi maritim global saat ini.
(ateri/red)







